Di dlm Firman-Nya ada kepastian. Roh Kudus akan memimpin kita berjln di atas ketidakpastian. Ia hanya butuh kita percaya & taat Kisah 10:19-20

Sabtu, 07 September 2013

FIND OUT AND COUNT YOUR BLESSINGS

Ayat bacaan: Keluaran 31:3-5
==================
"dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan, untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga; untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan."

Di jaman yang serba instan, manusia semakin menuntut segala sesuatu juga secara instan. Orang semakin tidak menghargai proses, semakin sulit bersabar untuk mencapai segala sesuatu. Saya teringat akan cerita seorang musisi yang sudah dipanggil pulang ke rumah Bapa beberapa tahun lalu. Ia suatu kali bercerita kepada saya bagaimana susahnya untuk mempelajari lagu baru jaman dulu karena hanya bergantung kepada radio. Belum ada request lagu pada waktu itu, sehingga apabila ia ingin mempelajari sebuah lagu, ia harus terus memantengi radio berhari-hari sampai lagu yang sama diputar lagi. Bayangkan betapa beruntungnya kita hari ini yang bisa dengan cepat belajar dengan mempergunakan banyak media secara mudah dan murah. Satu yang saya ingat dari musisi ini adalah perkataannya bahwa meski ia sudah diberi talenta atau bakat dalam bermain musik, tetaplah diperlukan kerja keras, kegigihan dan kesabaran untuk berhasil.
Bandingkan dengan manusia saat ini yang ingin serba cepat. Semua harus terburu-buru, jika tidak cepat kita pun akan bersungut-sungut dan kesal. Dalam menantikan janji Tuhan pun hal seperti ini dilakukan. Jika meminta pertolongan Tuhan, maka Tuhan harus segera memberikannya atau kita akan kecewa, menuduh Tuhan pembohong atau mencari alternatif-alternatif di luar sana yang menyakiti hati Tuhan. Posisi kita sebagai hamba seringkali berubah seolah kitalah boss nya Tuhan. Kita menganggap bahwa Tuhan lupa atau tidak mempedulikan kita, padahal kita lupa memeriksa terlebih dahulu apa sebenarnya yang sudah disediakan Tuhan bagi kita, yang sudah ada bahkan pada saat ini juga.

"Nanti dulu, bukankah Tuhan sudah berjanji untuk memberi berkatNya secara melimpah kepada kita?" Itu kata teman saya pada suatu kali ketika hal ini saya sampaikan. Tentu saja. Tuhan sudah berjanji demikian dan Tuhan pasti tepati. Masalahnya, kita cenderung menilai berkat terlalu sempit, hanya mengacu kepada berkat secara materi saja. Kita mengira bahwa berkat hanyalah berbicara tentang finansial/kecukupan atau kelimpahan secara ekonomi, rumah, tanah, motor, mobil, barang-barang mewah, deposito, emas dan lain-lain. Apakah hanya itu yang ada di benak Tuhan ketika bicara berkat? Nope, that's not it. Berkat dari Tuhan jauh lebih daripada itu. Berkat dari Tuhan pun bisa hadir berupa bakat, talenta, keahlian, kepintaran untuk menerima ilmu pengetahuan, kemampuan-kemampuan dan juga pengertian yang memampukan kita untuk bisa belajar banyak. Itu juga berkat yang bisa menjadikan kita berhasil secara luar biasa apabila difungsikan dengan baik. Masalahnya, banyak orang yang bahkan belum mengetahui apa sebenarnya talenta yang ada pada dirinya, apa yang bisa mereka lakukan saat ini. Mereka lebih suka menunggu sambil terus ragu ketimbang mulai melakukan sesuatu.

Dalam renungan hari ini mari kita lihat sepenggal kisah ketika Tuhan mengutus Bezaleel bin Uri bin Hur dan Aholiab bin Ahisamakh untuk membantu Musa dalam merancang pembangunan rumah ibadah bagi bangsa Israel. Selengkapnya ayat-ayat tentang hal ini adalah sebagai berikut: "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan, untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga; untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan. Juga Aku telah menetapkan di sampingnya Aholiab bin Ahisamakh, dari suku Dan; dalam hati setiap orang ahli telah Kuberikan keahlian. Haruslah mereka membuat segala apa yang telah Kuperintahkan kepadamu." (Keluaran 31:2-6).
Pertama, kita bisa melihat bahwa Tuhan turut bekerja bersama kita, terlebih ketika kita tengah menjalankan apa yang menjadi perintah atau rencanaNya atas diri kita. Lantas perhatikan bahwa Tuhan memenuhi Bezaleeldengan Roh Allah dan diberikan modal berkat berupa keahlian, pengertian, pengetahuan dalam segala macam pekerjaan. Dalam bahasa Inggrisnya dikatakan "in wisdom and ability, in understanding and intelligence, and in knowledge". Bezaleel dikaruniai keahlian, pengertian/kebijaksanaan, pengetahuan, kecakapan dan kemampuan dalam membuat rancangan2 dari emas, perak dan tembaga, hingga mengasah batu permata atau mengukir kayu. Sedang Aholiab diberi karunia agar dapat menjadi pendamping Bezaleel. Ayat ini secara jelas berbicara mengenai berkat-berkat non materi yang tentu saja tidak kalah berharganya dan akan sangat bermanfaat bagi hidup kita. Seperti halnya yang diberikan pada Bezaleel dan Aholiab untuk membantu Musa menyelesaikan tugasnya, kita pun sudah terlebih dahulu diperlengkapi dengan berbagai kecakapan dan kemampuan ini agar kita bisa mulai berbuat sesuatu, melakukan apa yang menjadi rencana Tuhan atas diri kita, untuk melangkah menuju apa yang telah disediakan Tuhan di depan sana.

 Jadi berkat yang melimpah bukan hanya secara sempit bicara soal materi, tetapi berkat-berkat non materi juga sangatlah tergantung didalamnya. Selain kekayaan secara materi, Tuhan juga memberkati kita dengan kekayaan non materi yang melimpah. Hikmat, kepandaian, kecerdasan, kemampuan, talenta-talenta, ilmu pengetahuan dan sebagainya juga merupakan modal yang sangat besar nilainya yang juga berasal dari Tuhan. Bukan seperti pikiran kita yang ingin sesuatu yang instan, Tuhan lebih menyukai proses dimana modal dasarnya sudah Dia sediakan sejak semula bagi kita. Seperti yang sudah beberapa kali saya katakan, Tuhan lebih suka memberi pancing dan sungai/laut dengan ikan yang melimpah ketimbang langsung memberi ikan goreng kepada kita.

Jika demikian sangatlah penting bagi kita untuk memeriksa terlebih dahulu apa yang ada pada kita saat ini. Ada kecenderungan kita untuk mengabaikan pentingnya memeriksa apa yang ada pada kita sebelum terlalu cepat mengeluh, dan ini pula yang terjadi dalam kisah Yesus menggandakan 5 roti dan 2 ikan. Saat itu ketika para murid bingung harus bagaimana memberi makan ribuan orang, Yesus merespon mereka dengan  "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" (Markus 6:38) Dari sanalah kemudian diketahui bahwa ada anak yang punya lima roti dan dua ikan, dan itulah yang dipergunakan Yesus untuk memenuhi kebutuhan ribuan orang saat itu. Bukankah Yesus bisa langsung menurunkan hujan roti siap makan sesuai kebutuhan? Tentu saja. Tapi lihatlah bahwa Tuhan ingin kita memeriksa terlebih dahulu berkat-berkat apa yang sebenarnya sudah ia berikan kepada kita, talenta, keahlian, kepandaian, kecakapan dan kemampuan apa yang kita miliki. Kita harus memeriksa kemudian mengasah dan mempergunakan itu semua untuk bekerja. Itulah yang akan dipakai Tuhan untuk memberkati kita.

Adakah diantara anda saat ini yang tengah menanti jawaban Tuhan akan sesuatu dan mulai ragu karena sepertinya Tuhan tidak kunjung menjawab anda? Apakah anda merasa bahwa tak peduli sebanyak apa anda berdoa, tapi semuanya masih tetap sama saja? Jika itu yang tengah anda alami, coba pastikan terlebih dahulu apakah anda sudah memeriksa apa yang ada pada anda atau belum. Apakah anda sudah mengetahui berkat-berkat non materi apa saja yang sudah Tuhan karuniakan kepada anda, selanjutnya apakah anda sudah memaksimalkan itu semua dan apa yang bisa anda lakukan dengan berkat-berkat itu. Ketika anda melakukan sesuai langkah, maka anda akan melihat bahwa tidak ada satupun yang mustahil buat anda. Berkat jangan sampai dipandang hanya secara sempit, karena itu akan membuat kita lupa bersyukur terhadap apa yang sudah kita punya saat ini.Have you count your blessings and be grateful?

Berkat bukan hanya bicara soal kekayaan materi tetapi juga mengenai kekayaan non materi yang seringkali justru lebih penting




Sumber : http://renungan-harian-online.blogspot.com




« »
« »
« »
Get this widget