Di dlm Firman-Nya ada kepastian. Roh Kudus akan memimpin kita berjln di atas ketidakpastian. Ia hanya butuh kita percaya & taat Kisah 10:19-20

Sabtu, 25 April 2015

TANAH LIAT DAN PENJUNAN

Ayat bacaan: Yesaya 64:8
======================
"Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu."



Secara umum seorang ibu tentu mengenal anaknya dengan sangat baik. Mereka tahu pribadi anaknya, kelemahan dan kelebihannya sehingga mereka biasanya tahu apa yang terbaik bagi anaknya. Seringkali seorang anak memberontak dan membantah nasihat ibu, tapi nanti pada akhirnya penyesalan akan datang dan mereka akan mengakui bahwa sebenarnya ibu memang benar. Saya dahulu lama belajar piano karena ibu saya percaya saya punya bakat musik. Saat memasuki masa puber, ada rasa risih yang timbul karena saya jadi laki-laki sendirian di tengah kumpulan murid perempuan. Saya berontak dan minta berhenti. Karena saya bersikukuh, ibu akhirnya terpaksa menyetujui. Tapi ia berkata: "ya sudah, berhentilah. Tapi nanti suatu saat kamu pasti menyesal." Kata-kata itu masih saya ingat sampai sekarang dan ia terbukti benar. Seandainya saya teruskan, saya sekarang sudah jadi pemain piano handal, dan itu sejalan dengan hobi saya di dunia musik. Dia sudah tahu sejak saya masih sangat muda, saya menyadarinya jauh setelah masa itu, setelah saya dewasa.

Selasa, 17 Maret 2015

KUASA MENIKMATI

Ayat bacaan: Pengkhotbah 6:1-2
=========================
"Ada suatu kemalangan yang telah kulihat di bawah matahari, yang sangat menekan manusia:orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit."


Apakah uang menjamin kebahagiaan? Banyak yang berpikir seperti itu. Mereka terus berlomba mengeruk uang sebanyak mungkin dengan cara apapun, dan kita lihat betapa banyaknya yang pada akhirnya kandas di balik jeruji besi dan mendatangkan penderitaan bagi keluarganya. Di sisi lain, mau korupsi atau tidak, apa benar uang membuat kita hidup terjamin bahagia? Mungkin mudah bagi kita untuk berkata, kenapa tidak? Bukankah mau beli apa-apa itu butuh uang? Kalau uang banyak, berarti masalah hidup pun selesai. Faktanya ternyata tidak seperti itu. Ambil contoh sederhana saja, salah satu tetangga saya. Mereka sama sekali tidak punya masalah secara finansial. Beberapa kali mereka membeli tanah hanya bagai membeli kacang goreng saja mudahnya. Tanpa perencanaan, tanpa harus mengumpul uang terlebih dahulu, tapi begitu kepikiran kepingin tanah, maka saat itu juga langsung beli secara tunai.

Minggu, 15 Februari 2015

ASPEK-ASPEK YANG TERKANDUNG DALAM KASIH

Ayat bacaan: 1 Korintus 13:13
======================
"Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih."


Valentine's Day, Hari Kasih Sayang, telah tiba. Setiap tahunnya perayaan ini memicu pro dan kontra. Yang membuat saya sedih, kenapa yang menentang hanya didasarkan pada asal muasalnya menurut fakta sejarah saja dan bukan kepada esensinya. Kalau memang hanya berdasarkan asalnya, kenapa tidak pilih saja hari lain yang berbeda untuk itu? Dalih selanjutnya adalah bahwa kasih tidak perlu diperingati secara istimewa. Kasih seharusnya tiap hari dan bukan hanya sehari saja, katanya. Itu idealnya, dan saya sangat setuju kalau itu bisa dijalankan oleh manusia. Faktanya, kesibukan yang menyita waktu, berbagai kegiatan dan agenda sehari-hari selalu saja membuat kita kekurangan waktu, tenaga atau mood untuk bisa seperti itu. Apalagi kalau orang-orang terdekat yang paling kita sayangi tinggal di kota atau negara yang berbeda, akan sulit bagi kita untuk setiap hari bisa menyatakan kasih kita kepada mereka. Fakta lainnya adalah bahwa manusia semakin banyak yang hidup dengan memperkaya kebencian ketimbang menyatakan kasih. Karenanya saya rasa kita semua perlu diingatkan lewat sebuah hari yang dikhususkan untuk kasih. Sebuah hari yang seharusnya lebih dari sekedar makan malam romantis bersama kekasih, tetapi dirayakan dengan kembali merenungkan kasih sebagai esensi yang terindah dalam hidup manusia. Artinya kasih seharusnya bisa menjangkau jauh lebih luas daripada hanya antar pasangan saja, bahkan seharusnya melebihi hubungan antar keluarga dan orang-orang terdekat saja.

Kamis, 12 Februari 2015

SULITNYA MEMAHAMI RENCANA TUHAN

Ayat bacaan:Pengkotbah 3:11
===========================
"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir."


Seorang bassist terkenal yang masih muda sekali waktu menceritakan kisahnya di masa kecil. Sejak masih berusia 5 tahun ia sebenarnya sudah menunjukkan ketertarikan ke arah musik. Maklum, kedua orang tuanya memang hidup di dunia musik, begitu pula dengan paman dan beberapa keluarga lainnya. Ia menceritakan bahwa setiap kali ia meminta sang ayah untuk mengajarkannya memainkan instrumen, sang ayah selalu menolak. Ia sempat kecewa dan marah, bertanya-tanya mengapa ayahnya menolak mengajarnya sementara sangat bersemangat mengajar banyak murid. Ia terus menamatkan tiap jenjang sampai masuk ke sebuah fakultas seni. Setelah mencoba beberapa tahun, ia tidak lagi bisa menutup mata lagi dari panggilannya dan memutuskan untuk total di bidang musik. Belakangan barulah ia tahu bahwa ternyata maksud ayahnya baik. Ayahnya menolak mengajar dia bukan karena merasa dirinya tidak punya bakat. Sama sekali bukan. Tapi ayahnya memutuskan untuk tidak terjun langsung dari semula karena tidak ingin pendidikan formalnya berantakan. Dan yang lebih penting lagi, ia mau anaknya tidak bergantung dan manja karena punya ayah pemusik handal. Sang ayah mau anaknya berjuang sendiri dari bawah agar mental dan moralnya kuat saat sudah berhasil nanti. "Sekarang barulah saya tahu bahwa papa ternyata sangat sayang kepada saya. Semua demi kebaikan saya. Bahkan saya berani berkata bahwa kalau papa tidak bersikap seperti itu, saya tidak akan menjadi diri saya seperti sekarang." katanya. Bertahun-tahun ia tidak bisa mengerti, tetapi akhirnya ia sadar bahwa keputusan sang ayah merupakan yang terbaik bagi dirinya. Saat ini mereka saling dukung bermain bersama di banyak tempat.

Minggu, 25 Januari 2015

CHA DAN KESABARANNYA YANG MENGINSPIRASI

Ayat bacaan: 1 Timotius 6:11
======================
"Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan."

Sekitar beberapa tahun yang lalu ada berita menarik dari negara K-pop, Korea Selatan yang buat saya sangat menginspirasi dan memberkati. Seorang nenek bernama Cha Sa soon dikabarkan telah melakukan hampir 800 kali ujian teori pembuatan SIM (Surat Ijin Mengemudi) tapi tidak kunjung lulus! Sejak 2005 Cha terus menerus datang ke kantor polisi mulai dari setiap hari hingga seminggu sekali dengan satu tujuan: membuat SIM. Hingga 4 tahun setelahnya ia masih tetap tidak lulus karena skornya masih jauh di bawah standar kelayakan. Selama 4 tahun ia sudah menghabiskan sekitar 4 juta Won atau sekitar 45 juta rupiah hanya untuk memperoleh SIM tapi tetap saja gagal. Meski sudah lanjut usia, ia sangat memerlukan SIM sehubungan profesinya berjualan makanan dan kebutuhan rumah tangga. Di kota Jeonju dimana ia tinggal, sementara belum mendapat SIM ia menjalankan pekerjaannya dengan gerobak dorong dari satu pintu ke pintu lain di kompleks perumahan. Para polisi di sana sudah mengenalnya dan terharu, tetapi undang-undang melarang mereka untuk menolong si nenek ini.

Sabtu, 24 Januari 2015

KARENA TUHAN BAIK

Ayat bacaan: Mazmur 100:2,5
========================
"Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai...Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun."

Pernahkah anda merenungkan mengapa Tuhan berkenan atau bahkan rindu untuk terus memberkati kita, melimpahi kita dengan berbagai karunia, berjalan bersama kita, melindungi dan memberi rahmat setiap pagi? Normalnya apabila seseorang mendapat pemberian seperti itu, tentu ia punya prestasi membanggakan, berjasa buat si pemberi atau melakukan perbuatan-perbuatan luar biasa besar yang menyebabkan pemberinya berhutang budi. Di dunia dimana pemberian hanya diukur dengan alasan balas jasa atau investasi masa depan, Tuhan ternyata punya pandangan lain. Apakah Tuhan berhutang budi pada kita? Apakah kita begitu luar biasa baiknya, tanpa cela dan berjasa kepada Tuhan sehingga Dia memberikan penghargaan atas jasa-jasa kita? Apakah Tuhan berkewajiban untuk membalas budi baik atau jasa-jasa kita? Tentu saja tidak. Suatu kali seorang teman mengatakan bahwa Tuhan ingin melakukan perkara-perkara yang baik bagi kita bukan karena kita baik dan layak, tetapi karena Dia baik. Not because we are so great, flawless, not even because we deserve it, but it's simply because God is good. Karena Tuhan baik. Karena Tuhan penuh kasih. He is good, He is a loving Father. Karena itulah Dia memberi anugerahNya kepada kita, baik untuk dipakai dalam kehidupan sekarang maupun anugerah keselamatan bagi kehidupan kekal nanti. Itulah sebabnya disebut dengan anugerah, sesuatu yang sebenarnya tidak pantas kita terima tapi diberikan secara cuma-cuma.




« »
« »
« »
Get this widget