Di dlm Firman-Nya ada kepastian. Roh Kudus akan memimpin kita berjln di atas ketidakpastian. Ia hanya butuh kita percaya & taat Kisah 10:19-20

Kamis, 18 Juni 2015

ANGGUR YANG BAIK

Ayat bacaan: Yohanes 2:9
=====================
"Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya"


Jika anda melihat kulkas atau pajangan tempat minuman di supermarket maka anda bisa melihat ada begitu banyak jenis dengan harga beragam. Sama-sama air mineral saja yang tanpa rasa bisa berbeda-beda tergantung mereka dan variasi yang ditawarkan. Kalau anda suka teh, kemasan teh dalam botol plastik atau kotak pun ada banyak jenisnya dengan rasa dan harga yang tidak sama. Kopi, rasa buah-buahan punya penggemarnya sendiri. Bagaimana dengan anggur? Tentu harganya akan jauh di atas air putih biasa atau kebanyakan minuman lainnya. Tempat pajangannya pun biasanya berbeda dan tidak semua tempat menjual itu.

Hari ini saya ingin mengajak teman-teman untuk kembali melihat kisah ketika Yesus membuat mukjizat untuk pertama kali, yaitu kisah Perkawinan di Kana yang terdapat dalam Yohanes 2:1-11. Kisah ini mengandung begitu banyak pelajaran yang bisa diterapkan dalam berbagai hal, tetapi untuk kali ini mari kita fokus kepada anggur, sebuah mukjizat yang dibuat dari air oleh Yesus.

Sabtu, 16 Mei 2015

MEMBERONTAK MELAWAN TUHAN

Ayat bacaan: Amsal 29:1
====================
"Siapa bersitegang leher, walaupun telah mendapat teguran, akan sekonyong-konyong diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi."


Ada sebuah keluarga yang tinggal di belakang rumah saya punya anak yang mulai menginjak masa puber. Berbeda dengan kakaknya, ia mulai menunjukkan sikap melawan setiap kali dinasihati orang tuanya. Sikap tengkarnya semakin lama semakin memburuk terutama karena, menurut ibunya, ia berteman dengan orang-orang yang punya sikap buruk juga. Belum lama ini ia memberontak untuk pergi keluar bersama teman-temannya untuk menonton konser di sebuah pasar yang letaknya sangat jauh dari rumah. Sudah diingatkan, tapi ia terus saja menegangkan urat lehernya melawan apapun nasihat dari orang tua. Ia tetap pergi dan meninggalkan telepon genggamnya, mungkin agar ia tidak diganggu oleh panggilan dari orang tua saat bersenang-senang. Apa yang terjadi selanjutnya? Disana ia dirampok, terlibat pertengkaran dengan orang mabuk dan dipukuli. Teman-temannya lari tunggang langgang meninggalkannya. Dan ia pun harus berjalan pulang dengan wajah babak belur lewat tengah malam. Jarak lokasi dan rumah yang sangat jauh membuatnya harus berjalan kaki berjam-jam. Kakinya membengkak, muka lebam, beberapa bagian tubuh untungnya tidak patah tapi terdapat luka-luka dan lebam yang lumayan. Untung ia tidak sampai kehilangan nyawa. Meski demikian orang tuanya juga yang akhirnya harus keluar biaya besar karena kebandelannya. Kapok? Tampaknya tidak. Sang ibu bercerita bahwa anaknya masih saja senang membantah dan melawan.

Kamis, 14 Mei 2015

MILIK KRISTUS

Ayat bacaan: Galatia 3:29
==================
"Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah."


Sebagian dari anda tentu masih ingat dengan lagu January Christy di tahun 80'an yang berjudul Aku Ini Punya Siapa. Lagu ini dibuat ringan dan jenaka bercerita tentang seorang wanita yang kebingungan karena memiliki kekasih yang matanya jelalatan. Barusan saya mendengar lagu ini dan sebuah pemikiran muncul di benak saya. Sebagai seorang manusia, kita ini sebenarnya punya siapa? Mudah bagi kita untuk berkata bahwa kita punya Kristus, tapi apakah kehidupan kita sudah mencerminkan itu, atau masih dengan jelas tergambar bahwa kita ini milik dunia atau jangan-jangan malah berorientasi ke si jahat? Pertanyaan berikutnya, apa yang akan kita terima kalau kita menjadi milik Kristus?

Banyak orang menjadi lupa kepada Tuhan ketika sudah menjadi orang sukses, saat mereka mendapat popularitas, kaya raya dan sebagainya. Ada banyak pula yang sampai rela menjual/menggadaikan hak kesulungannya, meninggalkan atau bahkan mencampakkan Tuhan ketika segala yang dianggap dunia sebagai penjamin kemakmuran sudah berhasil diraih. Padahal seharusnya kita menyadari bahwa setiap jengkal keberhasilan kita berasal dari Tuhan, segala anugerahNya, kesempatan yang Dia bukakan dan talenta yang sudah Dia bekali. Kalau begitu sudah selayaknya semua kita persembahkan kembali kepadaNya. Bersyukur bahwa kita milik Kristus, dan semakin giat menunjukkan jatidiri kita sebagai milikNya.

Sabtu, 25 April 2015

TANAH LIAT DAN PENJUNAN

Ayat bacaan: Yesaya 64:8
======================
"Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu."



Secara umum seorang ibu tentu mengenal anaknya dengan sangat baik. Mereka tahu pribadi anaknya, kelemahan dan kelebihannya sehingga mereka biasanya tahu apa yang terbaik bagi anaknya. Seringkali seorang anak memberontak dan membantah nasihat ibu, tapi nanti pada akhirnya penyesalan akan datang dan mereka akan mengakui bahwa sebenarnya ibu memang benar. Saya dahulu lama belajar piano karena ibu saya percaya saya punya bakat musik. Saat memasuki masa puber, ada rasa risih yang timbul karena saya jadi laki-laki sendirian di tengah kumpulan murid perempuan. Saya berontak dan minta berhenti. Karena saya bersikukuh, ibu akhirnya terpaksa menyetujui. Tapi ia berkata: "ya sudah, berhentilah. Tapi nanti suatu saat kamu pasti menyesal." Kata-kata itu masih saya ingat sampai sekarang dan ia terbukti benar. Seandainya saya teruskan, saya sekarang sudah jadi pemain piano handal, dan itu sejalan dengan hobi saya di dunia musik. Dia sudah tahu sejak saya masih sangat muda, saya menyadarinya jauh setelah masa itu, setelah saya dewasa.

Selasa, 17 Maret 2015

KUASA MENIKMATI

Ayat bacaan: Pengkhotbah 6:1-2
=========================
"Ada suatu kemalangan yang telah kulihat di bawah matahari, yang sangat menekan manusia:orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit."


Apakah uang menjamin kebahagiaan? Banyak yang berpikir seperti itu. Mereka terus berlomba mengeruk uang sebanyak mungkin dengan cara apapun, dan kita lihat betapa banyaknya yang pada akhirnya kandas di balik jeruji besi dan mendatangkan penderitaan bagi keluarganya. Di sisi lain, mau korupsi atau tidak, apa benar uang membuat kita hidup terjamin bahagia? Mungkin mudah bagi kita untuk berkata, kenapa tidak? Bukankah mau beli apa-apa itu butuh uang? Kalau uang banyak, berarti masalah hidup pun selesai. Faktanya ternyata tidak seperti itu. Ambil contoh sederhana saja, salah satu tetangga saya. Mereka sama sekali tidak punya masalah secara finansial. Beberapa kali mereka membeli tanah hanya bagai membeli kacang goreng saja mudahnya. Tanpa perencanaan, tanpa harus mengumpul uang terlebih dahulu, tapi begitu kepikiran kepingin tanah, maka saat itu juga langsung beli secara tunai.

Minggu, 15 Februari 2015

ASPEK-ASPEK YANG TERKANDUNG DALAM KASIH

Ayat bacaan: 1 Korintus 13:13
======================
"Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih."


Valentine's Day, Hari Kasih Sayang, telah tiba. Setiap tahunnya perayaan ini memicu pro dan kontra. Yang membuat saya sedih, kenapa yang menentang hanya didasarkan pada asal muasalnya menurut fakta sejarah saja dan bukan kepada esensinya. Kalau memang hanya berdasarkan asalnya, kenapa tidak pilih saja hari lain yang berbeda untuk itu? Dalih selanjutnya adalah bahwa kasih tidak perlu diperingati secara istimewa. Kasih seharusnya tiap hari dan bukan hanya sehari saja, katanya. Itu idealnya, dan saya sangat setuju kalau itu bisa dijalankan oleh manusia. Faktanya, kesibukan yang menyita waktu, berbagai kegiatan dan agenda sehari-hari selalu saja membuat kita kekurangan waktu, tenaga atau mood untuk bisa seperti itu. Apalagi kalau orang-orang terdekat yang paling kita sayangi tinggal di kota atau negara yang berbeda, akan sulit bagi kita untuk setiap hari bisa menyatakan kasih kita kepada mereka. Fakta lainnya adalah bahwa manusia semakin banyak yang hidup dengan memperkaya kebencian ketimbang menyatakan kasih. Karenanya saya rasa kita semua perlu diingatkan lewat sebuah hari yang dikhususkan untuk kasih. Sebuah hari yang seharusnya lebih dari sekedar makan malam romantis bersama kekasih, tetapi dirayakan dengan kembali merenungkan kasih sebagai esensi yang terindah dalam hidup manusia. Artinya kasih seharusnya bisa menjangkau jauh lebih luas daripada hanya antar pasangan saja, bahkan seharusnya melebihi hubungan antar keluarga dan orang-orang terdekat saja.




« »
« »
« »
Get this widget