Di dlm Firman-Nya ada kepastian. Roh Kudus akan memimpin kita berjln di atas ketidakpastian. Ia hanya butuh kita percaya & taat Kisah 10:19-20

Sabtu, 24 Januari 2015

KARENA TUHAN BAIK

Ayat bacaan: Mazmur 100:2,5
========================
"Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai...Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun."

Pernahkah anda merenungkan mengapa Tuhan berkenan atau bahkan rindu untuk terus memberkati kita, melimpahi kita dengan berbagai karunia, berjalan bersama kita, melindungi dan memberi rahmat setiap pagi? Normalnya apabila seseorang mendapat pemberian seperti itu, tentu ia punya prestasi membanggakan, berjasa buat si pemberi atau melakukan perbuatan-perbuatan luar biasa besar yang menyebabkan pemberinya berhutang budi. Di dunia dimana pemberian hanya diukur dengan alasan balas jasa atau investasi masa depan, Tuhan ternyata punya pandangan lain. Apakah Tuhan berhutang budi pada kita? Apakah kita begitu luar biasa baiknya, tanpa cela dan berjasa kepada Tuhan sehingga Dia memberikan penghargaan atas jasa-jasa kita? Apakah Tuhan berkewajiban untuk membalas budi baik atau jasa-jasa kita? Tentu saja tidak. Suatu kali seorang teman mengatakan bahwa Tuhan ingin melakukan perkara-perkara yang baik bagi kita bukan karena kita baik dan layak, tetapi karena Dia baik. Not because we are so great, flawless, not even because we deserve it, but it's simply because God is good. Karena Tuhan baik. Karena Tuhan penuh kasih. He is good, He is a loving Father. Karena itulah Dia memberi anugerahNya kepada kita, baik untuk dipakai dalam kehidupan sekarang maupun anugerah keselamatan bagi kehidupan kekal nanti. Itulah sebabnya disebut dengan anugerah, sesuatu yang sebenarnya tidak pantas kita terima tapi diberikan secara cuma-cuma.

Minggu, 18 Januari 2015

DON'T MISS GOING TO CHURCH

Ayat bacaan: Mazmur 122:1
=========================
"Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."

Apakah anda termasuk orang yang teratur beribadah ke gereja di hari Minggu/akhir pekan atau bolong-bolong? Jujur saja, saya pun pernah bolong karena ada kalanya saya harus keluar kota untuk bekerja. Sibuk bekerja bisa jadi merupakan salah satu alasan untuk tidak ke gereja. Apakah karena lelah bekerja sehingga malas bangun pagi, atau masih harus bekerja di hari ibadah raya diadakan. Ada banyak lagi alasan lain seperti kurang enak badan, ada acara keluarga dan sebagainya.

Saya tidak ingin membicarakan soal teratur tidaknya kita ke gereja. Tetapi ada sebuah cerita tentang seorang ibu di Amerika yang masuk tajuk utama sebuah harian lokal di kotanya mengenai hal ini. Kisahnya sederhana tapi bagi saya sangat menarik dan terasa menegur saya yang masih ada absennya. Si ibu masuk koran hanya karena satu hal: ia tidak pernah absen ke Gereja selama 20 tahun. Bukan satu-dua tahun, tapi 20 tahun! Itu jelas rentang waktu yang sangat panjang. Bagaimana ia bisa melakukan itu? Beberapa pertanyaan pun bisa muncul mengenai ibu ini.
- Apakah si ibu tidak pernah sakit atau kurang enak badan pada hari beribadah?
- Apakah ia tidak pernah kecapaian dan terlalu lelah untuk keluar di hari Minggu?
- Apakah ia tidak pernah berhalangan akibat ada kegiatan yang kebetulan jatuh di hari itu?
- Tidakkah ia pernah berlibur akhir pekan ke tempat lain?
- Apakah tidak pernah ada kendala cuaca sama sekali pada hari Minggu selama 20 tahun?
- Apakah ia tidak pernah ketiduran sehingga terlambat untuk berangkat?
- Atau mungkin, dia tidak punya sanak saudara, keluarga, teman atau tamu yang kebetulan datang pada hari itu?
- Apakah jemaat di gerejanya semuanya baik sehingga ia tidak punya ganjalan apapun jika harus bertemu mereka saat beribadah?
- Tidakkah ia pernah merasa bosan mendengar kotbah yang itu-itu lagi?
- Bagaimana ia bisa tidak pernah malas terhadap pendeta tertentu dan selalu hadir siapapun pendeta yang berkotbah?
- Tidak adakah satupun alasan yang bisa ia pakai untuk menghindari ibadah di pagi hari saat kebanyakan orang beristirahat sepuasnya?

Jumat, 02 Januari 2015

TAHUN BARU, RAHMAT BARU, HARAPAN BARU

Ayat bacaan: Ratapan 3:22-23
========================
"Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"


Ada dua penjual roti yang lewat di depan rumah saya setiap pagi. Yang satu perusahaan tua, yang satu masih terhitung baru. Meski demikian, keduanya punya produk yang enak, terlebih jika dibeli pagi-pagi seringkali rotinya masih lumayan hangat. Jelas roti-roti mereka lebih nikmat jika dibandingkan dengan roti yang sudah berumur sehari lebih yang dipajang di mini market. Beberapa gerai roti di supermarket ada juga yang menawarkan produk-produk yang masih hangat, fresh from the oven karena memang diproduksi di tempat.

Kita menyukai hal-hal baru. Kita menanti film baru, lagu baru, tempat-tempat baru, kesuksesan, peningkatan dan pencapaian baru, bahkan hubungan kita pun akan terasa membosankan kalau hanya begitu-begitu saja tanpa adanya kejutan dan hal-hal baru yang dilakukan bersama. Tantangan-tantangan baru mampu membuat banyak orang bersemangat, karena disana mereka akan belajar hal baru dan menggapai keberhasilan yang baru pula.

Sabtu, 27 Desember 2014

JOY TO THE WORLD

Ayat bacaan: Lukas 2:10-11
====================
"Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud."


Bagaimana perjalanan anda di tahun 2014? Puji Tuhan jika anda mengalami tahun yang indah, tahun pemulihan atau bahkan tahun percepatan. Kalau itu bukan yang anda alami, selama anda tetap setia berjalan bersama Tuhan, percayalah bahwa semua itu adalah proses untuk menuai janji Tuhan yang besar sebentar lagi. Bagi saya pribadi, ini tahun yang menarik karena ada berbagai pencapaian baru dimana Tuhan membuat hal-hal yang seharusnya biasa menjadi luar biasa. Banyaknya kegiatan baru disamping kegiatan lama yang masih saya tekuni membuat tenaga yang terkuras lebih banyak dari biasa. Kelelahan seperti dua kali lipat, sementara waktu liburan hampir-hampir tidak ada. Kalaupun ada, saya cuma menyempatkannya untuk tidur, bersantai bersama istri atau sekedar menonton. Normalnya orang yang kelelahan, biasanya sukacita berkurang atau mungkin saja hilang. Belum lagi kalau ada banyak situasi sulit yang bisa membuat kita stres atau pusing dalam menghadapinya.

Selasa, 25 November 2014

SAY NO TO SIN

Ayat bacaan: Roma 6:12
=================
"Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya."

Anda tentu masih ingat sebuah partai politik besar yang pernah membuat iklan "katakan tidak pada korupsi" di televisi. Selang beberapa waktu partai ini malah tersandung banyak kasus korupsi, bahkan mengenai tokoh-tokoh yang tampil menyampaikan langsung pada iklan tersebut. Terlepas dari kasus yang melilit partai ini, saya tertarik pada seruan yang mereka sampaikan dalam iklan tersebut. Katakan tidak, say no to, sesuatu yang buruk, something bad. Sesuatu yang bertentangan dengan kebaikan, keadilan dan kebenaran. Kita harus selalu mengatakan tidak terhadap semua itu, meski seringkali sulit karena hal-hal yang jahat, buruk dan sesat biasanya terasa nikmat dan begitu menggoda. Korupsi hanyalah satu dari bentuk dosa yang merugikan banyak orang dan melanggar ketetapan Allah. Ada banyak lagi bentuk-bentuk seperti ini yang bukan saja merugikan orang lain tetapi juga akan menggagalkan pelakunya dari keselamatan kekal. Oleh karena itu kita harus mengatakan tidak kepada pusatnya, yaitu dosa.

Minggu, 26 Oktober 2014

ANTARA PENONTON DAN PELAKU

Ayat bacaan: 1 Petrus 2:9
==================
"Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib"


Seorang musisi pernah menceritakan pengalamannya sewaktu masih menjadi penonton dan setelah ia menjadi pelaku di pentas musik. Menurutnya, pengalamannya sangatlah berbeda. Dari sudut pendengaran, sebagai orang awam yang dahulu ia dengar hanyalah enak tidaknya sebuah lagu saat dibawakan oleh penampil. Selama terdengar enak, maka sebuah lagu itu berarti bagus. Tapi setelah ia menjadi musisi, telinganya pun seperti ter-upgrade. Kalau dulu ia cuma mendengar enak tidaknya sebuah lagu, sekarang telinganya menangkap variasi-variasi kunci nada, harmonisasi, alternatif-alternatif melodi untuk memperkaya sebuah aransemen, model-model pengambilan nada di luar pakem dasar yang bisa membuat sebuah lagu tampil beda dari aslinya. Jadi telinga penonton dan pemain itu sangatlah berbeda, katanya. Dari sisi pandangan mata ia pun merasakan perbedaan. Sebagai penonton, mata akan berusaha mencari sesuatu yang atraktif di panggung. Mungkin penampilan yang menarik, paras atau rupa dari pemain, atraksi panggung dan lainnya yang menghibur. Tapi saat berada di panggung, pemain akan melihat reaksi penonton, yang kalau ramai dan riuh akan memberi sebuah energi ekstra tersendiri bagi yang tampil untuk bisa bermain lebih dari normal. Menurutnya support dan respon dari penonton akan sangat menentukan hasil dari sebuah pertunjukan. Itulah sebabnya artis yang sama bisa tampil lain dari biasa jika berada di atas panggung atau atmosfir yang berbeda.

Sabtu, 11 Oktober 2014

ANAK - ANAK DIMATA YESUS

Ayat bacaan: Matius 18:4
=================
"Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga."

Melihat anak-anak kecil di sekolah minggu selalu menarik. Ketika ditanya apa cita-cita mereka kelak, mereka semua dengan sangat pe-de menyampaikan impian mereka masing-masing. Ada yang kepingin jadi dokter, insinyur, presiden, pilot, pengusaha, ada yang punya cita-cita lebih modern seperti jadi game developer, desain grafis terkenal, ada yang tertarik di dunia seni sebagai penyanyi atau musisi, ada juga yang dengan bangga berkata ingin jadi seperti ayahnya. Apa yang menarik bagi saya adalah mereka menyampaikannya dengan sangat lugas dan yakin. Bahwa untuk mencapai itu tidak mudah, itu tampaknya belum mereka pikirkan. Mereka hanya percaya dan berharap bahwa suatu ketika nanti mereka bisa mencapai apa yang mereka cita-citakan. Pandangan mereka lugu dan polos. Seorang anak berkata bahwa ia percaya bisa mencapai itu karena dia percaya Tuhan akan mengabulkan impiannya, dan itu dikatakan tanpa ragu sedikitpun. Bandingkan dengan kita yang pikirannya sudah banyak terpolusi oleh masalah hidup sehingga sering kurang yakin dalam berdoa atau malah lupa berdoa ditengah kesibukan sehari-hari.





« »
« »
« »
Get this widget