Ayat bacaan: Matius 8:9
================
"Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."
================
"Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."
Apa kriteria prajurit yang baik? Melakukan yang terbaik dan rela
mengorbankan nyawa demi negara dan bangsa itu tentu merupakan kriteria
yang baik. Tidak melakukan pelanggaran hukum, disiplin, melindungi dan
mengayomi warga negara, itu juga merupakan syarat utama. Jika anda
penggemar film, maka anda bisa saja mengira bahwa prajurit yang baik
adalah tokoh-tokoh seperti yang anda tonton, berani mati, tidak
terkalahkan di medan pertempuran, gagah berani, tahu dan pintar menyusun
strategi perang, menguasai jenis-jenis senjata dan hebat dalam
bertarung dengan tangan kosong, dan terus bertempur meski sudah terluka.
Itu pun bisa jadi menunjukkan kehebatan seorang prajurit. Tapi ada satu
hal lagi yang mungkin sering luput dari kriteria kita, terutama apabila
kita bukan tentara, yaitu ketaatan. Baik tidaknya seorang tentara atau
prajurit bisa dilihat dari ketaatan mereka terhadap perintah atau
instruksi komandannya. Mereka harus patuh mengikuti atasan sesuai garis
komando. Jika diperintahkan maju mereka harus siap, jika disuruh mundur
mereka pun harus melakukannya. Tidak protes, tidak membantah, tidak
membangkang. Seperti itulah prajurit yang baik. Good soldiers obey orders/commands.







