Di dlm Firman-Nya ada kepastian. Roh Kudus akan memimpin kita berjln di atas ketidakpastian. Ia hanya butuh kita percaya & taat Kisah 10:19-20

Minggu, 10 November 2013

TAAT SEPERTI PRAJURIT YANG BAIK

Ayat bacaan: Matius 8:9
================
"Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."

Apa kriteria prajurit yang baik? Melakukan yang terbaik dan rela mengorbankan nyawa demi negara dan bangsa itu tentu merupakan kriteria yang baik. Tidak melakukan pelanggaran hukum, disiplin, melindungi dan mengayomi warga negara, itu juga merupakan syarat utama. Jika anda penggemar film, maka anda bisa saja mengira bahwa prajurit yang baik adalah tokoh-tokoh seperti yang anda tonton, berani mati, tidak terkalahkan di medan pertempuran, gagah berani, tahu dan pintar menyusun strategi perang, menguasai jenis-jenis senjata dan hebat dalam bertarung dengan tangan kosong, dan terus bertempur meski sudah terluka. Itu pun bisa jadi menunjukkan kehebatan seorang prajurit. Tapi ada satu hal lagi yang mungkin sering luput dari kriteria kita, terutama apabila kita bukan tentara, yaitu ketaatan. Baik tidaknya seorang tentara atau prajurit bisa dilihat dari ketaatan mereka terhadap perintah atau instruksi komandannya. Mereka harus patuh mengikuti atasan sesuai garis komando. Jika diperintahkan maju mereka harus siap, jika disuruh mundur mereka pun harus melakukannya. Tidak protes, tidak membantah, tidak membangkang. Seperti itulah prajurit yang baik. Good soldiers obey orders/commands.  

Jumat, 08 November 2013

BELIEVE

Ayat bacaan: Yohanes 11:40
====================
"Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

 
Anda tentu masih ingat lagu yang dinyanyikan oleh Mariah Carey dan mendiang Whitney Houston yang menjadi hit besar pada tahun 1998 berjudul "When You Believe". Lagu yang dipakai sebagai soundtrack/themesong dari film animasi The Prince of Egypt berisi pesan yang sangat bagus, mengingatkan kita untuk percaya meski kita belum bisa melihat apa yang akan terjadi di depan. Awal refrainnya berbunyi: "There can be miracles, when you believe". Mukjizat bisa terjadi ketika kita percaya. Bagian dari refrain ini bagi saya sangat menarik, karena masalah percaya seringkali menjadi sumber penyebab gagalnya kita menyaksikan mukjizat Tuhan turun atas kita. Mukjizat Tuhan gagal terjadi bukan karena Tuhan enggan mendengar permohonan kita, tetapi justru karena keragu-raguan atau kekurangpercayaan kita sendiri.  Meski Alkitab sudah berulang kali menegaskan agar kita menepis keraguan dari hati kita, Yesus berulang kali mengingatkan kita agar percaya, bahkan menegur kita yang tidak atau kurang percaya, tetapi kita masih saja sulit melangkah dengan iman, percaya kepada Tuhan dengan segenap hati, lalu lebih tertarik untuk terus membiarkan keraguan menguasai hidup kita. Logika-logika kita yang terbatas seringkali kita kedepankan, kita sibuk memandang dan menimbang beratnya masalah, lalu membatasi sendiri terjadinya kuasa-kuasa keajaiban Tuhan yang sesungguhnya justru tidak terbatas oleh apapun.

Kamis, 07 November 2013

HINDARI SIKAP TAK ACUH

Ayat bacaan: Zefanya 2:1-2
====================
"Bersemangatlah dan berkumpullah, hai bangsa yang acuh tak acuh, sebelum kamu dihalau seperti sekam yang tertiup, sebelum datang ke atasmu murka TUHAN yang bernyala-nyala itu, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan TUHAN."
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering bertemu dengan tipe orang yang acuh tak acuh. Mereka ini adalah orang-orang yang tidak peduli terhadap orang lain, biasanya hanya diam ketika diajak berbicara dan tidak menunjukkan respon atas apa yang dikatakan oleh lawan bicaranya. Sikapnya dingin, sulit memuji dan seperti tidak 'konek'. Ini tentu bukan tipe orang yang enak untuk diajak ngobrol apalagi jika mengharap penghargaan hadir dari mereka. Jika anda memiliki atasan yang punya sikap seperti ini, anda tentu tahu bahwa anda tidak akan bisa mendapat apresiasi lewat ucapan dari mereka. Pokoknya kalau anda masih bekerja hari ini disana, tentu itu artinya anda masih dianggap baik dan layak, itu saja. Di rumah pun kita bisa saja berhadapan dengan orang-orang yang acuh tak acuh. Ada banyak orang tua yang terlalu sibuk bekerja dan diwaktu luangnya menghabiskan waktu dengan berbagai gadget mewahnya sehingga tidak punya waktu lagi untuk anak-anaknya. Mereka ini hanya dingin, tidak mentolerir kesalahan atau keributan, tapi tidak peduli terhadap kebutuhan anak-anak mereka untuk diperhatikan dan didengarkan. Sebuah sikap tidak acuh memang mengesalkan, tetapi sadarkah kita bahwa sikap ini bisa membawa dampak yang kurang baik bagi perkembangan kapasitas orang bahkan mampu merusak masa depan generasi selanjutnya?

Rabu, 06 November 2013

BERIBADAH TAPI TIDAK PERCAYA

Ayat bacaan: 2 Timotius 3:5
=====================
"Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya."
Ada seseorang yang saya kenal pernah menceritakan keheranannya terhadap cara berpikir dari teman-teman gerejanya. Setiap kali saya menceritakan mukjizat Tuhan yang saya alami, mereka menanggapinya dengan sinis. Ia ditertawakan malah dikatakan gila. "ah, kamu mengada-ada..mana ada yang seperti itu?" kata teman-temannya. Okelah kalau yang diceritakan itu mukjizat besar yang sulit diterima akal, tapi untuk yang sederhana sekalipun sulit mereka cerna. Ini adalah gambaran bahwa di kalangan orang percaya pun ternyata masih sangat banyak orang yang belum punya iman yang cukup untuk mempercayai kuasa dan kekuatan Tuhan. Mereka menganggap bahwa itu tidak mungkin dialami secara langsung dalam kehidupan nyata, sehingga apa yang dialami orang lewat kesaksian mereka tidak mengubahkan mereka untuk hidup lebih baik. Tidaklah heran apabila kita melihat orang-orang percaya yang masih saja hidup penuh kecemasan, kekhawatiran atau terus takut. Mereka mengukur kemungkinan untuk lepas dari masalah hanya dari besar kecilnya masalah yang mereka hadapi dan tidak menyadari bahwa Tuhan sanggup melakukan apa-apa. Kalau masalahnya kecil mungkin bisa, tapi kalau sudah terlalu berat maka berdoa pun pasti tidak membawa hasil apa-apa. Mereka beribadah rutin, mereka berdoa, tapi hanya sebatas liturgi atau kebiasaan saja. Ada yang berpikir bahwa itu harus dilakukan hanya karena takut masuk neraka, bukan karena ingin membangun hubungan yang erat dengan Tuhan sehingga memiliki kehidupan yang kuat ditengah badai kehidupan. Meski rajin menjalankan ibadah mereka tetapi mereka sendiri sulit atau bahkan tidak bisa percaya kepada kekuatan yang bisa hadir di dalamnya. Betapa ini merupakan hal yang ironis. Di satu sisi orang berharap mukjizat terjadi dalam hidupnya, tetapi di sisi lain mereka sendiri ragu dan memungkiri kekuatannya.

Minggu, 03 November 2013

TERGESA-GESA MENGAMBIL KEPUTUSAN

Ayat bacaan: Amsal 21:5
===================
"Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan."
Hanya karena terlalu cepat mengambil keputusan, orang bisa mengalami kerugian besar yang mungkin bisa sulit dipulihkan dalam waktu singkat. Ini terjadi pada seorang teman saya. Ceritanya begini. Pada suatu kali ia ditawari rekannya untuk berinvestasi pada sesuatu. Karena tergiur oleh janji keuntungan, ia buru-buru mengiyakan, meski istri dan anak-anaknya sudah mencoba mengingatkannya untuk berpikir baik-baik terlebih dahulu mengingat uang yang harus diinvestasikan tidaklah sedikit. Ironisnya belakangan ia mengaku kepada saya bahwa sebenarnya hatinya juga kurang sreg setiap kali berdoa tentang investasi ini. Tapi itu tadi, karena keuntungan yang dijanjikan tampaknya besar, ia takut tawaran keburu diambil orang lain dan mengambil keputusan untuk melakukan itu. Ia menjual tanah, mobil dan menggadaikan beberapa benda berharga bahkan sempat berhutang demi melunasi sesuai kesepakatan. Tidak butuh waktu lama baginya untuk menyadari bahwa ia melakukan kesalahan besar. Investasi gagal dan uangnya dibawa lari. Ia pun sadar sudah ditipu, tetapi penyesalan datang terlambat. Hingga saat ini ia masih berjuang menutupi hutangnya dan harus rela kehilangan begitu banyak harta, belum lagi rasa bersalah yang harus ia pikul di depan istri dan anaknya yang harus pula ikut menanggung dan menderita akibat kecerobohan yang ia lakukan.

Sabtu, 02 November 2013

PUJI-PUJIAN DI MALAM HARI

Ayat bacaan: Mazmur 42:9
=======================
"TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku."
Malam hari merupakan saat yang paling rileks bagi saya. Setelah sibuk seharian, di malam hari saya relatif bisa lebih punya waktu untuk melakukan hal-hal yang saya anggap sebagai sebuah relaksasi yang bisa memberikan ketenangan dan kedamaian. Memang tidak jarang saya masih melanjutkan berbagai pekerjaan menulis pada malam hari, termasuk menulis renungan untuk dibagikan kepada anda semua, tapi suasana malam yang tidak seperti hiruk-pikuk siang hari membuat saya lebih santai dalam mengerjakan tulisan-tulisan yang belum sempat terselesaikan. Jika anda ada disini, anda akan melihat bahwa hampir setiap malamnya saya menulis dengan beratapkan bintang-bintang di langit gelap. Untuk bisa mendapatkan langit seperti ini saya memilih untuk tinggal jauh di pegunungan ketimbang di tengah kota, karena pemandangan indah di waktu malam ini sulit didapatkan jika berada ditengah gedung-gedung tinggi di perkotaan padat penduduk.

Jumat, 01 November 2013

CUMA IKUT-IKUTAN

Ayat bacaan: Amsal 1:10
====================
"Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut"
"Saya hanya ikut-ikutan pak.. ampun.." ujar seorang pemakai narkoba dengan lirih sambil tertunduk lesu. Ia tertangkap tangan ketika tengah berpesta obat-obatan terlarang. Meski masih muda, ia menghadapi ancaman hukuman cukup lama akibat perbuatannya, bahkan menjadi tersangka pengedar yang tentu akan menambah masa hukumannya. Meski ada banyak yang berdalih hanya ikut-ikutan, tidak jarang pula ada yang memang benar-benar terjerumus akibat salah bergaul. Karena ingin dianggap hebat atau takut kehilangan teman, banyak orang yang akhirnya memilih untuk melakukan tindakan buruk yang bukan saja merusak masa depannya sendiri tetapi juga orang lain. Pemakai narkoba, perampok, koruptor atau bahkan pembunuh bisa berawal dari salah mengikuti ajakan teman yang tidak bertanggung jawab. Mereka lupa bahwa meski hanya ikut-ikutan, merekapun bisa mendapat ancaman hukuman yang sama apabila menjadi pelaku sebuah tindak kejahatan. Akan halnya si pemakai narkoba di atas, ia pun harus menanggung akibat perbuatannya, mendekam di penjara untuk waktu yang lama.




« »
« »
« »
Get this widget