Di dlm Firman-Nya ada kepastian. Roh Kudus akan memimpin kita berjln di atas ketidakpastian. Ia hanya butuh kita percaya & taat Kisah 10:19-20

Jumat, 22 Maret 2013

BEHIND THE STAGE

Ayat bacaan: 1 Korintus 15:58
============================
"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."

Ketika anda menikmati sebuah sajian pertunjukan panggung musik, pernahkah anda memikirkan peran orang-orang yang berada di belakang panggung? Seringkali kita terfokus pada apa yang tampak di atas panggung dan lupa terhadap mereka yang berperan baik dalam persiapan menjelang acara, soundmen, lighting men dan lain-lain. Artis yang tampil di panggung memang menjadi daya tarik tersendiri, tetapi mereka yang dibelakang pangggung pun punya peran yang tidak kalah pentingnya. Tanpa mereka, sehebat apapun artis yang tampil, hasilnya tidak akan bisa maksimal. Bayangkan band tanpa sound memadai, tanpa sorot lampu dan tata panggung yang baik, itu bisa membuat sebuah konser kehilangan daya tarik. Atau bayangkan apabila tidak ada yang menyapu dan membersihkan area penonton atau sekedar menggulung kabel-kabel yang berseliweran di belakang panggung, itu tentu akan membuat kualitas konser menurun.

Kamis, 21 Maret 2013

SEA HEART


Ayat bacaan: Pengkotbah 3:11
=========================
"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir."
Ada sebuah tanaman unik yang tumbuh di hutan pedalaman Costa Rica yang diberi nama sea heart. Bentuknya unik seperti bentuk hati dengan biji di dalamnya dan termasuk dalam keluarga kacang-kacangan. Tanaman ini tumbuh di tempat tinggi dan mengulir ke bawah mencapai jarak 3 sampai 6 kaki. Mengapa disebut sea heart? Apa hubungannya dengan laut? Tampaknya nama sea heart itu diambil dari banyaknya tanaman ini yang mengambang di lautan luas sebelum mencapai sebuah tempat baru dan tumbuh subur disana. Seperti inilah kira-kira prosesnya. Curah hujan yang tinggi di hutan tropis membuat sea heart ini jatuh ke laut dan terbawa arus untuk waktu yang cukup lama. Sea heart terus mengambang dibawa arus selama berbulan-bulan, bahkan tidak jarang bertahun-tahun, mengikuti ombak naik dan turun, lautan yang tenang dan berombak bahkan badai sekalipun hingga akhirnya pada suatu ketika mendarat di pantai yang jauh jaraknya dari tempat asalnya. Di sebuah tempat baru ini biji sea heart itu akhirnya akan tumbuh menjadi sebuah tanaman baru yang subur.

Rabu, 13 Maret 2013

SIAPA YANG BUTA?

Ayat bacaan: Yohanes 9:2
=====================
"Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"

Pada suatu kali ada seorang kakek peminta-minta yang bungkuk punggungnya berdiri di depan sebuah warung dimana saya tengah makan. Ada sekumpulan anak muda yang duduk tidak jauh dari saya, dan salah satunya berkata sambil tertawa kecil, "sudah minta-minta, bungkuk pula.. apa ya salah ibunya dulu.." Saya merasa kaget mendengar celetukannya, yang meski tidak dikatakan dengan suara keras tapi tetap bisa saya dengar dengan jelas. Mungkin ia hanya terbawa suasana ramai makan malam bersama teman-teman, namun perkataannya sangat tajam dan akan sangat melukai si kakek pengemis apabila mendengarnya. Kenapa ibunya yang dikata-katai, padahal kenal saja tidak. Merefleksikan hal tersebut pada kehidupan kita sehari-hari, kita pun sering secara tidak sadar mengeluarkan ucapan-ucapan yang secara tidak langsung menyakiti orang lain, menyudutkan dan menjatuhkan. Komentar-komentar yang selintas, sambil lalu, tanpa kita tahu kebenarannya.

Sabtu, 09 Maret 2013

RE-BOOT

Ayat bacaan: Kolose 1:14
=====================
"di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa."

Seringkali komputer yang dipakai rutin menjadi berat atau lambat. Ada banyak penyebabnya seperti karena minimnya RAM atau kekurangan memory, banyaknya program yang diinstal, startup programs dan service yang standby ketika komputer dinyalakan dan sebagainya. Semakin kecil memori kita maka semakin cepat pula komputer kita menjadi berat, apalagi jika kita banyak browsing atau membuka berbagai program sekaligus. Ketika komputer menjadi terasa berat untuk dipergunakan, salah satu cara yang paling cepat adalah dengan merestart komputer atau biasanya kita sebut dengan re-boot. Biasanya komputer akan jauh lebih ringan setelahnya, dan kita pun bisa melanjutkan pekerjaan kita kembali dengan lebih cepat. Saya sering berpikir, seandainya ketika hidup ini mulai menjadi berat akibat banyaknya dosa yang terus bertimbun di dalam diri kita, betapa menyenangkan jika kita bisa me'reboot' diri kita kembali agar menjadi ringan dan lepas dari dosa-dosa itu. Seringkali itu sulit untuk dilakukan, tetapi sebenarnya itu bukanlah hal yang tidak mungkin. Tuhan justru menginginkan kita untuk melepaskan semua beban dosa itu dan kembali bersih untuk menerima semua janji-janjiNya, termasuk keselamatan sebagai sesuatu yang luar biasa yang Dia anugerahkan bagi kita.

Senin, 04 Maret 2013

KESEMPURNAAN

Ayat bacaan: Matius 19:21
=====================
"Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."

Kesempurnaan, itu ditawarkan berbagai iklan dan akan selalu diinginkan setiap manusia. Apa yang kita anggap sebagai bentuk kesempurnaan dalam hidup? Banyak dari kita yang, entah karena terpengaruh iklan atau pandangan dunia sejak kecil, memandang kesempurnaan itu adalah kondisi atau saat dimana kita hidup tanpa masalah, berlimpah harta, punya segalanya, tidak sedang sakit dan sebagainya. Sempurna adalah ketika kita punya pasangan paling ganteng atau cantik, punya anak sepasang, mencapai prestasi/kedudukan tertinggi dalam pekerjaan, punya usaha super laris dan seterusnya. Semua ini dipandang dunia sebagai ukuran kesuksesan. Tapi apakah itu semua yang menjadi ukurannya? Tuhan Yesus tidak mengatakan itu semua sebagai ukuran kesuksesan.

Minggu, 03 Maret 2013

MENGUJI DIRI

Ayat bacaan: 2 Korintus 13:5
======================
"Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji."

Banyak yang kesal bahkan muak melihat bagaimana para politikus di negara ini mempertontonkan tingkah politisnya secara norak. Mengatasnamakan rakyat; entah rakyat yang mana; mereka secara bebas menghakimi lawan politiknya yang seringkali sudah tidak lagi memakai tata krama dan etika sopan santun secara terbuka. Memang benar siapapun harus terbuka pada kritik, tetapi cara menyampaikannya pun harus pula diperhatikan. Yang sering terjadi adalah mereka secara bebas menghakimi hanya karena berada di luar. Jika mereka direkrut untuk bergabung dengan pemegang kekuasaan mayoritas, merekapun mendadak diam. Belum tentu mereka bisa lebih baik dari yang dikritiknya, tapi mereka tanpa rasa bersalah menunjukkan seolah merekalah yang paling hebat, paling benar dan lain-lain sehingga merasa berhak pula untuk menghakimi. Ini adalah tontonan sehari-hari kita di berbagai media. Saya selalu berpikir, alangkah baiknya apabila mereka berhenti berpikir sempit hanya untuk kepentingan pribadi atau golongan lantas duduk bersama memikirkan kepentingan rakyat. Itu hanyalah utopia, kata banyak orang yang sudah terlanjur pesimis melihat polah atau tingkah orang-orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai wakil rakyat, dan rakyat hanya bisa terus menanti dan berharap, semoga pada suatu hari ada pemimpin yang bisa benar-benar tampil memperjuangkan kepentingan mereka secara serius. Sebenarnya tidak adil juga jika kita hanya menyalahkan mereka yang duduk di kursi tinggi ini, karena faktanya manusia memang cenderung lebih mudah menuduh atau menghakimi orang lain ketimbang melakukan introspeksi terhadap diri sendiri. 

Jumat, 01 Maret 2013

MENGHADAPI KOMENTAR NEGATIF

Ayat bacaan: Roma 4:18
================
"Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

Mendengar komentar miring seenaknya dari orang lain memang tidak enak. Mereka tidak melihat betapa kerasnya usaha kita sebelum mengeluarkan komentar yang seringkali hanya sambil lalu saja mereka ucapkan. Bagi mereka mungkin terasa biasa saja tetapi sanggup melukai rasa percaya diri kita dan berbekas hingga waktu yang lama bagi kita. Saya kenal dengan banyak orang yang mengalami kesulitan dengan rasa percaya dirinya akibat selalu dikatakan bodoh sejak kecil oleh orang tuanya, atau selalu dibandingkan secara negatif dengan saudara-saudaranya yang lain. Kata-kata atau komentar negatif jika hanya ditelan dan tidak disikapi dengan lapang hati bisa melemahkan bahkan menghancurkan kita. Sayangnya kita lebih suka percaya terhadap apa kata orang dibanding janji-janji yang Tuhan berikan. Kita lupa bahwa Tuhan telah menciptakan kita dengan sangat istimewa dan kepada kita masing-masing Tuhan sudah menyusun rencana indah lengkap dengan masa depan yang gemilang. Whoever we are, no matter how limited we are, God has provided such a lovely plan for us. Kita lupa akan hal itu dan cenderung lebih peduli terhadap komentar melemahkan dari orang lain. Ini harus kita perhatikan sebelum hidup kita menjadi hancur hanya karena orang-orang tidak bertanggungjawab seperti itu.




« »
« »
« »
Get this widget